Jumat, 04 Februari 2011

KehendakNya dalam gerejaNya

Firman: Yehezkiel 34:13-16
Pernyataan Tuhan lewat Nabi Yehezkiel di mana Tuhan mengecam gembala-gembala yang tidak benar, “Celakalah gembala-gembala Israel yang menggembalakan dirinya sendiri … Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan” (ay 2b-3). Tuhan kemudian menyatakan “Aku sendiri yang menjadi lawan gembala-gembala itu….” (ay 10). Sedemikian besar kasih Tuhan akan gembala-gembalaNya, “”Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-dombaKu dan akan mencarinya” (ay 11).
Tuhan menyatakan kehendakNya dan ini yang harus terjadi di dalam gerejaNya, yaitu:
1. Membawa dan mengumpulkan.
“Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan … dan membawa mereka ketanahnya” (ay 13). Dibawa keluar terlebih dahulu yaitu dari dunia yang gelap (dikuduskan), kemudian dikumpulkan dan dibawa ketempat yang dijanjikan Tuhan, ketanahnya!. Tempat yang dijanjikan Tuhan yaitu tanah perjanjian yang melimpah susu dan madunya. Tuhan senantiasa membawa kita ke tempat yang lebih baik, lebih nyaman dan lebih dalam berkatNya. “Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel dan dialur-alur sungainya…” (ay 13). Pemazmur berkata “Ia membimbing aku ke air yang tenang…. Ia menuntun aku di jalan yang benar…” (Maz 23:2-3). Gereja adalah tempat yang nyaman dan yang memberkati sehingga setiap orang yang hadir dalam rumah Tuhan akan menikmati berkatNya.
2. Menggembalakan dengan baik.
“Dipadang rumput yang baik akan Kugembalakan ...disana tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya …...” (ay 14).
“Yang baik” sebagai tempat dan “rumput yang subur” sebagai makanan, itu yang senantiasa diberikan gembala bagi domba-dombanya. Tempat yang nyaman yang memberikan kelegaan sehingga domba dapat berbaring sesuai dengan panggilan Tuhan “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mat 11:28). Pemazmur menyatakan ““Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau…” (Maz 23:2). Disamping itu pengajaran sebagai makanan rohani harus diberikan sesuai dengan Amanat Agung Kristus, “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat 28:20). Gereja adalah tempat yang memberikan kelegaan dan bimbingan, itulah penggembalaan! Targetnya agar jemaat menikmati janjiNya (baca Ib 10:36) dan masuk ke dalam kerajaanNya (baca Mat 7:21).
3. Memperdulikan setiap pribadi.
“Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, ….. Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.” (ay 16). Kepedulian Tuhan akan setiap kebutuhan, khususnya bagi yang hilang, yang tersesat, yang luka dan yang sakit dinyatakan dibutuhkan tindakan khusus juga. Di dalam perumpamaan domba yang hilang, Tuhan Yesus menyatakan seekor dari seratus kawanan domba tersesat maka yang 99 ditinggalkan dan yang tersesat perlu dicari (baca Mat 18:12-14). Kemudian Ia berkata “Demikianlah juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang” (Mat 18:14). Gereja harus memiliki kepedulian akan setiap pribadi yang telah menjadi bagian dalam penggembalaan. Setiap domba yang tidak lagi bersekutu perlu mendapatkan perhatian, dicari dan dibawa kembali ke dalam penggembalaan kecuali jika yang bersangkutan telah memutuskan berada di dalam penggembalaan yang lain. Domba harus ada didalam penggembalaan karena jika tidak “mereka lelah dan terlantar” (Mat 9:36).