Firman: Yohanes 9:1-4
Kisah perjalanan Tuhan Yesus, dimana di saat dalam perjalanan Tuhan Yesus melihat seorang buta sejak lahir. Ini mengundang para murid untuk bertanya “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orangtuanya, sehingga ia dilahirkan buta? (ay 2). Tuhan kemudian menjawab “Bukan dia dan bukan juga orangtuanya tetapi pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia” (ay 3). Dari sebab itu hendaklah kita berhati-hati dengan “jangan kamu menghakimi” (Mat 7:1) karena kita tidak mengetahui tetapi yang jelas dikatakan Tuhan akan menyatakan lewat kebutaannya.
Yang menjadi pertanyaan yang perlu dijawab, “Mengapa kita harus melayani?”:
1. Karena ada kebutuhan.
“Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang buta sejak lahir” (ay 1). Gambaran Tuhan yang peduli, tidak hanya sekedar lewat tetapi mengamati dengan melihat akan apa yang ada disekelilingnya dan ternyata ada kebutuhan, seorang buta yang butuh pertolongan. Benarkah ada banyak kebutuhan di dunia ini? Ini tergantung sejauh mana kita melihat! Apakah kita melihat diri sendiri ataukah disekeliling kita ataukah seluruh dunia? KehendakNya “Yerusalem…. seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8). Ini adalah tanggung jawab kita! Apa yang menjadi kebutuhan manusia? Dinyatakan ada 2 kebutuhan yaitu kebutuhan jasmaniah diantaranya kemiskinan, penyakit & kelemahan; dan kebutuhan rohaniah diantaranya pengajaran Firman yang dapat menimbulkan masalah pribadi dan dosa. Pernyataan Tuhan Yesus karena ada kebutuhan, “Anak manusia juga datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan banyak orang” (Mark 10:45).
“Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang buta sejak lahir” (ay 1). Gambaran Tuhan yang peduli, tidak hanya sekedar lewat tetapi mengamati dengan melihat akan apa yang ada disekelilingnya dan ternyata ada kebutuhan, seorang buta yang butuh pertolongan. Benarkah ada banyak kebutuhan di dunia ini? Ini tergantung sejauh mana kita melihat! Apakah kita melihat diri sendiri ataukah disekeliling kita ataukah seluruh dunia? KehendakNya “Yerusalem…. seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8). Ini adalah tanggung jawab kita! Apa yang menjadi kebutuhan manusia? Dinyatakan ada 2 kebutuhan yaitu kebutuhan jasmaniah diantaranya kemiskinan, penyakit & kelemahan; dan kebutuhan rohaniah diantaranya pengajaran Firman yang dapat menimbulkan masalah pribadi dan dosa. Pernyataan Tuhan Yesus karena ada kebutuhan, “Anak manusia juga datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan banyak orang” (Mark 10:45).
2. Karena itu keharusan.
“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku” (ay 4). Pernyataan “kita” berarti Tuhan Yesus dan murid-muridNya bekerja sama. Rasul Paulus menyatakan “Kami adalah kawan sekerja Allah” (1 Kor 3:9) (NIV: “we” tetapi NKJV: “I”). Ditambahkan pernyataan “harus” merupakan kewajiban bukan pilihan lagi. Tuhan Yesus juga menyatakan “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan….” (Yoh 14:12) dan kita akan melakukannya dengan kuasa Roh Kudus yang diberikan Bapa di dalam kehidupan kita. Peran Roh Kudus juga dinyatakan di dalam kehidupan kita sehingga kitapun akan berperan seperti Roh Tuhan yang ada di dalam tubuh kita, diantaranya: menolong (Yoh 14:16), menghibur & mengajar (Yoh 14:26), bersaksi (Yoh 15:26) dan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, penghakiman (Yoh 16:8).
“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku” (ay 4). Pernyataan “kita” berarti Tuhan Yesus dan murid-muridNya bekerja sama. Rasul Paulus menyatakan “Kami adalah kawan sekerja Allah” (1 Kor 3:9) (NIV: “we” tetapi NKJV: “I”). Ditambahkan pernyataan “harus” merupakan kewajiban bukan pilihan lagi. Tuhan Yesus juga menyatakan “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan….” (Yoh 14:12) dan kita akan melakukannya dengan kuasa Roh Kudus yang diberikan Bapa di dalam kehidupan kita. Peran Roh Kudus juga dinyatakan di dalam kehidupan kita sehingga kitapun akan berperan seperti Roh Tuhan yang ada di dalam tubuh kita, diantaranya: menolong (Yoh 14:16), menghibur & mengajar (Yoh 14:26), bersaksi (Yoh 15:26) dan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, penghakiman (Yoh 16:8).
3. Karena masih ada kesempatan.
“selama masih siang; akan datang malam dimana tidak ada seseorangpun yang dapat bekerja” (ay 4). Tuhan menggambarkan siang dan malam sebagai pernyataan ada waktunya bekerja dan ada waktunya beristirahat. Selama masih siang gunakan untuk bekerja dengan kesungguhan hati. Rasul paulus berkata “Karena itu perhatikan dengan seksama, bagaimana kamu hidup …. pergunakanlah waktu yang ada….” (Ef 5:15-17) dan jika teliti seterusnya Rasul Paulus menasehati jemaat untuk mengerti kehendakNya, hidup penuh dalam Roh, bersyukur kepadaNya dan merendahkan hati (baca Ef 5:15-21). Kepada jemaat di Galatia, “Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik….” (Gal 6:10).
“selama masih siang; akan datang malam dimana tidak ada seseorangpun yang dapat bekerja” (ay 4). Tuhan menggambarkan siang dan malam sebagai pernyataan ada waktunya bekerja dan ada waktunya beristirahat. Selama masih siang gunakan untuk bekerja dengan kesungguhan hati. Rasul paulus berkata “Karena itu perhatikan dengan seksama, bagaimana kamu hidup …. pergunakanlah waktu yang ada….” (Ef 5:15-17) dan jika teliti seterusnya Rasul Paulus menasehati jemaat untuk mengerti kehendakNya, hidup penuh dalam Roh, bersyukur kepadaNya dan merendahkan hati (baca Ef 5:15-21). Kepada jemaat di Galatia, “Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik….” (Gal 6:10).
Pelayanan merupakan keharusan dan berlaku bagi semua orang, tua maupun muda. Pemazmur berkata “Pada masa tuapun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar…..” (Maz 92:15-16). Dan ingatlah selalu bahwa “giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ….. jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Kor 15:58).





