Kamis, 03 Februari 2011

Lahir baru untuk diberkati

Firman: Yohanes 2:23 – 3:8
Kisah percakapan Tuhan yesus dengan Nikodemus, seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi yang telah melihat berbagai tanda mujijat tetapi tetap tidak percaya, “kamu tidak percaya” (ay 12). Yang dipercayai oleh Nikodemus ialah “sebagai guru yang diutus Allah” (ay 2), yang disertai dan yang diurapi tetapi bukan sebagai Tuhan. Tuhan Yesus kemudian menyatakan “Sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali….” (ay 3) dan diulang kembali “tidak dilahirkan kembali dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (ay 5). Kelahiran baru merupakan keharusan yang harus terjadi agar kita melihat dan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Bagaimana proses kelahiran baru, dinyatakan sebagai berikut:
1. Peran hati
“sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia” (ay 25). Tuhan senantiasa melihat hati, “tetapi Tuhan melihat hati” (1 Sam 16:7). Mengapa hati? Penulis Amsal berkata “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan” (Ams 4:23). Hati yang baik mengeluarkan perbuatan yang baik sedangkan yang jahat mengeluarkan perbuatan yang jahat. Tuhan Yesus juga memberi perumpamaan tentang seorang penabur, ada yang jatuh dipinggir jalan, tanah yang berbatu, tengah semak duri dan tanah yang baik. Dijelaskan “yang ditaburkan dalam hati orang” (Mat 13:9), “setelah mendengarkan Firman itu menyimpannya dalam hati yang baik” (Luk 8:15) dan “mendengar Firman itu dan mengerti dan karena itu ia berbuah” (Mat 13:23). Kehendak Tuhan adalah hati yang murni (baca Maz 24:4); “hati yang taat” (Yehz 36:26) dan kerendahan hati. Sadari bahwa Roh Tuhan diberikan “ke dalam hati kita” (Gal 4:6).
2. Peran Firman
“dilahirkan kembali dari air….” (ay 5). Walaupun pernyataan “dari air” diperdebatkan oleh para theologian, marilah kita melihat alkitab secara utuh. John Chrysostom (347-407) berpendapat bahwa ini adalah sakramen baptisan air tetapi kemudian disadari seorang penyamun yang disalibkan dengan Tuhan Yesus tidak berkesempatan dibaptis tetapi Tuhan menyatakan “sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama Aku di dalam Firdaus” (Luk 23:43). Air dilambangkan sebagai Firman, “Kamu memang sudah bersih karena Firman” (Yoh 15:3) dan juga dikuatkan dengan pernyataan rasul Petrus “Karena kamu telah dilahirkan kembali …. oleh firman Allah…” (1 Pet 1:23). Firman mempengaruhi iman kita, “iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus” (Rom 10:17). Pemazmur berkata “FirmanMu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Maz 119:105) yang membawa kita kepada kebenaran dan tidak salah jalan!
3. Peran Roh Kudus
“dilahirkan kembali dari air dan Roh” (ay 5). Beberapa theologian berpendapat air dan Roh merupakan kesatuan. Bahasa asli diterjemahkan sebagai “air yaitu Roh” atau “air juga Roh”. Firman dan Roh juga merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Seseorang tidak bisa mengerti Firman tanpa pertolongan kuasa Roh Kudus. Rasul Paulus menyatakan “Bahkan sampai hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka …selubung itu diambil daripadanya.. dimana ada Roh Allah disitu ada kemerdekaan” (2 Kor 3:15-17). Roh Kudus yang akan membuka mata rohani dan telinga rohani kita. Tuhan Yesus menyatakan bahwa “Dialah (Roh Kudus) yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14:26); “Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 16:13a).
Ketiga peran ini dikuatkan sebagai penggenapan nubuatan nabi Yehezkial, “mencurahkan air jernih …. Kuberikan hati yang baru ….RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu…” (Yehz 36: 25-27) dan dilanjutkan dengan janji berkatNya sebagai manusia baru yang hidup baru, “supaya kamu jangan lagi menanggung noda kelaparan….” (Yehz 36-30). Amin!