Jumat, 04 Februari 2011

Melangkah maju menuju keberhasilan

Firman: Filipi 3:7-16
Rasul Paulus menyatakan bahwa ia belum sempurna, “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya….”(ay 12). Rasul Paulus dalam proses mengejar atau berusaha mencapai apa yang menjadi kehendakNya. Pernyataan Tuhan Yesus “haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (Mat 5:48) dan ia menyadari manusia tidak dapat sempurna tetapi Kristus yang menggenapinya, “Ia yang memanggil kamu adalah setia. Ia juga akan menggenapinya” (1 Tes 5:24).
Rasul Paulus berlari mau mencapai keberhasilan dengan merindukan “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya ….” (ay 10). Karena itu Rasul Paulus menetukan sikap sebagai berikut:
1. Meninggalkan masa lalu
”… aku melupakan apa yang telah di belakangku” (ay 13a). Menoleh kebelakang dapat berakibat menghambat kemajuan. Betapa banyaknya perselisihan yang disebabkan karena mengungkit masa lalu! Seorang yang pelari harus melihat ke depan jika mau menang. Sikap Paulus sebagai “orang Ibrani asli …orang Farisi …penganiaya jemaat…mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat” (ay 5-6). Setelah bertemu dan di jamah Tuhan sewaktu dalam perjalanan ke Damsyik, , “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya aku?” (Kis 9:4). Ia bertobat dan menjadi Paulus dengan pernyataan “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus……Tuhanku lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah…..” (ay 7-8). Pernyataan “Tuhanku lebih mulia daripada semuanya” (ay 8) memotivasi membawa kita kepada yang lebih baik. Tuhan Yesus menyatakan “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk kerajaan Allah” (Luk 9:62).
2. Mengarah ke depan dan bertekun
” dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan…” (ay 13b-14a). Perhatikan Rasul Paulus tidak hanya mengarahkan diri dan menunggu tetapi berusaha atau berjuang dengan berlari-lari untuk mencapai tujuannya. Miliki ketekunan dalam perjuangan dan sadari akan janjiNya, “hari depan yang penuh harapan” (Yer 29:11). Yang di depan ada yang lebih indah, lebih baik, lebih berguna. Miliki visi dalam kehidupan dan buatlah target untuk dicapai dengan komitmen. Banyak orang yang kurang memiliki visi sehingga hidup ini dijadikan sia-sia sedangkan setiap waktu adalah kesempatan yang sangat berguna untuk meningkatkan diri dan meningkatkan kesejahteraan diri maupun keluarga. Bagaimana untuk mengetahuinya? Mulailah dengan apa yang kita miliki karena Tuhan tidak menuntut apa yang kita tidak miliki. Tuhan Yesus berkata “ Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” (Mar 6:38). Tuhan sanggup melipat gandakan sehingga jumlah yang ada dapat mencukup memberi makan 5000 orang bahkan lebih!
3. Memperoleh apa yang dirindukannya
“memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (ay 14c).  Hadiah!
Hadiah yang luar biasa yaitu dipanggil oleh Tuhan untuk kerajaanNya dengan ikut ambil bagian sebagai hambaNya. Melakukan sesuatu untuk Tuhan dan memuliakan namaNya. Maria adalah seorang wanita yang kudus dan taat, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38). Ia memperoleh hadiah sehingga Iapun dipermuliakan. Betapa indahnya menjadi hamba Tuhan tetapi tantangan kita adalah hamba yang mencapai target yaitu yang sesuai dengan kehendakNya. Apa yang dikehendakiNya? “Kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu” (Yoh 15:8). “Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan” (Yoh 15:8). Mungkinkah kita dapat berhasil hingga mendapatkan hadiah sebagai kerinduan kita? Jelas Firman berkata “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5).